Sunday, November 22, 2015

Lepaskan, jika ikatan ini terlalu mengikatmu.

Jika kita berbicara mengenai perasaan, mungkin kau tau bagaimana sebuah perasaan berbicara. Kadang kau bahkan berusaha menyimpan apa perasaanmu terhadap sesuatu, hanya karena menurutmu perasaanmu itu terlalu menuruti hawa nafsumu sendiri, kau lupa rasionalitas, kau lupa banyak hal. Namun sekali lagi, siapa yang dapat menyimpan sendiri perasaannya? Ibarat arti, perasaan itu seperti bola panas jika terus disimpan. Yang akan meledak ketika dikeluarkan. Bukankah kita tak bisa hidup sendiri didunia ini? Kau mengerti, bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Aku juga mengerti. Lalu apa jadinya aku yang tidak sempurna ini, meminta sedikit pengertian darimu? Sekedar berada disampingku walau tanpa kata yang terucap. Sekedar tuk menjadi tamengku, ketika seseorang itu menyakitiku? Bisakah? Perasaan adalah suatu yang tabu, yang dimana kita tidak akan mengerti bagaimana perasaan seseorang sebelum ia menceritakan bagaimana isi hatinya. Bukankah kita telah mengenal cukup lama? Sampai suatu ketika peristiwa beruntun kurasakan. Suatu hal yang menyakitkan menurutku kau lakukan. Sekali dua kali aku telah mencoba memahami, aku coba tuk membesarkan hati tuk bisa menerima, dan belajar bahwa kau memang tidak sempurna. Rasa percaya diantara kita telah luntur. Aku dan kau mulai saling mencurigai. Banyak pihak yang bangga pada kisah kita yang semakin kacau ini. Aku tau diluar sana, banyak yang ingin menarikku dan menarikmu. Namun, bukankah kita telah mengenal satu sama lain? Entahlah, kadang aku juga lupa bahwa kau makhluk sosial yang butuh oranglain, selain diriku. Begitu pula aku. 
Hanya saja, terkadang perasaan selalu berlebihan. Mengada-ada. Namun, begitupun ceritanya, suatu cerita pasti ada akhirnya atau penyelesaiannya. Aku tidak tau kita sedang berada pada bagian yang mana. Satu yang pasti, jika memang aku terlalu menyakitkan tuk berada dikehidupanmu, cobalah bicarakan padaku tentang semuanya. Aku dapat mengerti. Aku dapat memahami. Jangan buat seakan-akan ini hanya menyakitkan di pihak ku, namun kau terus menari indah dengan segalanya. 
Tak ada kata maaf yang harus terucap, karena aku muak dengan seribu kata maaf yang telah aku lampirkan kepada siapapun mungkin begitupula dengan kau.

Inti dari cerita ini, lepaskan jika memang ingin kau lepaskan. Jika ikatan ini terlalu mengikatmu, lepaskan. Aku akan mengerti, dan sama sepertimu.



"Kisah ini terinspirasi dari kisah dua manusia yang saling mencintai namun ragu-ragu untuk saling mengatakan "putus", entah karena apa. Padahal kalaupun bersama terus, mereka pasti akan terus saling menyakiti satu sama lain.
Semoga bisa menjadi pelajaran buat semua yang membacanya."

Share:

0 komentar:

Post a Comment