Saturday, October 29, 2016

Biarlah aku mati dalam kenyataan.

Mulai lagi ku mainkan
Nada yang pernah hingar
Dikekang waktu
Akhirnya pudar

Senja tadi ia berbisik
Lagi, bukan baru
Berbalik senyap
Ku temukan panorama itu

Ketika jagat dalam otak
Menipis tentangku
Aku kehilangan keseimbangan
Mengapa hanya ada kau?

Dering telpon
Suara pesan masuk
Beberapa kali ucapan
Semua terasa hambar

Lagi...
Ada saja yang membuatku lupa
Dimainkan sendiri oleh nada
Dalam semu pekat malam

Jika biru awan pagi ini hilang
Ku katakan itu takdir
Semenjak jarum jam itu mati
Aku mengerti bagaimana seharusnya

Meski hati semakin tawar
Semoga aku msh bisa mendengar
Sebaiknya memang
Kenyataan drpd sekedar harapan.


Share:

0 komentar:

Post a Comment