Saturday, December 17, 2016

a great memories from 2016

Selamat sore para blogwalker...


Now, i am here. 
Do you miss me?


Sebuah pagi di depan karya Tuhan


Semenjak beberapa bulan lalu, aku jadi males nulis. Beberapa tulisanku yang pernah aku post, aku balikin ke draft. Bukan apa-apa, aku males aja bacanya. Sekarang, aku kembali lagi ke depan layar laptop, gatau sebenarnya mau nulis apa. Seperti biasa, aku bingung mau nulis apa. Padahal kalau saja aku tidak lagi berada di depan laptop. ide-ide mengenai tulisan apa yang mau aku tulis, muncul terus di kepala, namun pas udah disini, lari entah kemana....

Eh iya, ini udah bulan Desember, ya. Akhir dari tahun Masehi 2016. Ga terasa sih sebenarnya, waktu begitu cepat berlalu. Namun, aku selalu excited tiap kali ketemu tahun baru. Nah, ngomongin akhir tahun, kira-kira hal-hal apa saja yang udah aku lakuin di tahun ini dan bagaimana efeknya ke kehidupanku ? 

2016, adalah tahun dimana usiaku menginjak 21 tahun. Ya, sebuah usia yang bagi seorang anak SD-SMA, sudah tergolong orang dewasa. Bagaimana perasaanku saat aku menginjakkan kaki di usia itu? Tentunya bersyukur, karena aku dapat merasakan pengalaman di usia itu. Dan sudah hampir 11 bulan aku merasakan menjadi sosok makhuk berusia 21 tahun hingga hari ini.

Begitu banyak pengalaman dan pelajaran hidup yang kudapatkan selama hampir 11 bulan yang lalu. Beberapa peristiwa, dari mulai yang paling menyedihkan hingga berbagai kebahagiaan yang datang bertubi-tubi sudah ku rasakan. Dan apakah aku melewati semua itu dengan baik-baik saja? Jangan tanyakan semua itu. Yang menyedihkan tetaplah menyedihkan, tetaplah terasa di hati. Sebaliknya, yang membahagiakan tetaplah menyenangkan. 

Apakah semua berjalan dengan sangat cepat atau sangat lambat? Aku adalah tipe orang yang selalu menganggap waktu begitu cepat berjalan. Seorang teman pernah berkata "kalau kita menganggap waktu begitu cepat berlalu, berarti kita begitu menikmatinya." Dan apakah aku menikmati semua yang terjadi di hidupku? Sama seperti kebanyakan orang lainnya, ya aku menikmatinya dengan caraku sendiri. Maka aku pun merasa, semua berjalan dengan sangat cepat. 

11 bulan menggandeng angka 21, bukanlah hal mudah. Aku dituntut ini dan itu. Bukan oleh orang lain atau keluargamu, namun oleh diriku sendiri. Dan ya, aku memang harus terima, Karena kedepannya, aku akan bertanggung jawab penuh terhadap diriku sendiri.

Apakah aku sudah dapat dikatakan sebagai manusia dewasa atau tidak? "Dewasa adalah mengenai pemikiran seseorang.", begitulah yang pernah ku baca. Maka pertanyaan itu bisa ditanyakan kepada orang-orang disekitarku, bagaimana mereka menilaiku selama 11 bulan ini. Dan pastinya, kau harus tanyakan oleh orang-orang yang sering bersamaku melewati hari, jangan kepada mereka yang tidak mengenaliku bahkan yang baru saja mengenalku kemarin sore, karena nantinya, jawabannya akan berbeda. 

21 tahun bukanlah sedikit, begitulah aku menilainya. Jari-jariku sudah tak dapat menampung angka itu. Ini adalah bulan terakhir dari tahun ini. Setelah bulan ini, akan hadir bulan baru. Dan mudah-mudahan aku juga dapat merasakan umur baru. 

Ya, bulan depan atas izin Tuhan, aku akan memasuki hal baru lagi dalam hidupku. 
Dan bagaimana lagi aku akan menghadapinya? 



Manusia lalu-lalang
Sibuk mengubah nasib
Dikejar-kejar waktu
Karena deadline dimana-mana
Obrak-abrik sana-sini
Aku kah manusia itu?
Semoga saja takdir Tuhan memberiku jawabannya...






Sampai jumpa tahun depan.....




Share:

0 komentar:

Post a Comment